Technology ·
IBM dan University of Chicago Tunjukkan Keunggulan Kuantum Terverifikasi dengan Qubit Logika Terkoreksi Kesalahan
Peneliti IBM dan University of Chicago menyelesaikan komputasi kuantum menggunakan 70 qubit logika terkoreksi kesalahan dalam sekitar 15 menit, tugas yang tidak mungkin dilakukan oleh metode simulasi klasik terkemuka, sekaligus memverifikasi akurasi hasilnya.
Disintesis oleh AI dari sumber yang dikutip di bawah ini.
IBM dan peneliti di University of Chicago mengumumkan pada 30 Juli apa yang mereka sebut sebagai demonstrasi keunggulan kuantum sejati: sebuah komputasi yang berjalan melampaui jangkauan praktis metode simulasi klasik terbaik sekaligus memberikan keyakinan yang dapat diverifikasi bahwa hasilnya benar. Pencapaian ini, yang dijelaskan dalam makalah berjudul 'Sampling hard circuits with verifiably high fidelity,' mengatasi masalah yang telah mengganggu klaim keunggulan kuantum sebelumnya, yaitu membuktikan bahwa suatu hasil akurat ketika tidak ada komputer klasik yang dapat memeriksanya hanya dengan mengulang perhitungan.
Tim menggunakan metode koreksi kesalahan baru untuk mengkodekan 70 qubit logika, melindunginya dari noise yang biasanya merusak perhitungan kuantum, dan menggunakannya untuk menjalankan 2.415 operasi logika dua-qubit dan 468 'gerbang T' logika, keduanya merupakan tolok ukur seberapa kompleks suatu sirkuit kuantum. Seluruh komputasi selesai dalam sekitar 15 menit, waktu eksekusi yang menurut para peneliti akan membutuhkan waktu yang tidak mungkin dicapai menggunakan metode komputasi klasik terkemuka. Yang penting, tingkat kesalahan logika yang dicapai sekitar sepuluh kali lebih rendah daripada tingkat kesalahan fisik yang mendasarinya, menunjukkan bahwa skema koreksi kesalahan itu sendiri bekerja sebagaimana dimaksud bahkan dalam skala besar.
Hasil ini digambarkan sebagai salah satu demonstrasi koreksi kesalahan terbesar yang pernah dilakukan dan langkah menuju komputer kuantum yang dapat dipercaya untuk masalah di luar jangkauan superkomputer biasa, bukan sekadar lebih cepat dalam tugas-tugas khusus yang sulit diverifikasi. Para peneliti mengatakan bahwa metode verifikasi yang dikembangkan bersamaan dengan komputasi itu sendiri, bukan hanya skala mentah qubit yang digunakan, adalah yang membedakan hasil ini dari klaim keunggulan kuantum sebelumnya yang menghadapi skeptisisme mengenai apakah hasilnya dapat dikonfirmasi secara independen.
Key facts
- IBM and University of Chicago announced the result on July 30
- The computation used 70 error-corrected logical qubits
- It finished in about 15 minutes, infeasible for classical methods
- The logical error rate was about 10 times lower than the physical error rate
Related articles

Technology ·
Google Unveils Pixel 11 Lineup With Tensor G6 Chip and Seven Years of Updates
Google introduced the Pixel 11, Pixel 11 Pro, and Pixel 11 Pro XL smartphones on August 12, powered by the new Tensor G6 processor and backed by a seven-year software support commitment.

Technology ·
Meta Closes Privacy Loophole That Let Users Record With Their Smart Glasses' Light Hidden
Meta has rolled out a software update for its Ray-Ban Meta, Oakley Meta, and Meta AI glasses that immediately stops recording if the camera's indicator light is covered mid-video, closing a loophole that had circulated widely online.

Technology ·
Hope and Concern Swirls for Ohioans Around 'World's Largest Datacenter'
A massive $500bn artificial intelligence datacenter project in Piketon, Ohio, backed by OpenAI, Nvidia, and Japanese investors, has sparked both economic hope for thousands of jobs and environmental concerns.

Technology ·
London Robotaxi Rollout Delayed Unlikely to Launch This Year
The deployment of self-driving robotaxis on London streets has been delayed due to regulatory and technical hurdles, pushing back initial plans by Uber and Wayve to begin trips later this summer.

Technology ·
Instagram Head Adam Mosseri Testifies in Defense of Meta in Child Safety Trial
Instagram head Adam Mosseri has testified in defense of Meta in a child safety trial where four states allege the tech giant designed Facebook and Instagram to hook children and lied about the risks.
Comments
Loading comments...
