Newsverz

World ·

Houthi Rebut Seluruh Pesisir Laut Merah Yaman dalam Serangan Kilat

Pasukan Houthi yang didukung Iran telah merebut seluruh garis pantai barat Yaman dan tiga pulau strategis, termasuk Perim, memberi mereka kendali atas Selat Bab al-Mandab setelah serangan selama seminggu yang menewaskan ratusan orang dan memberikan pukulan besar bagi pemerintah yang didukung Saudi.

Disintesis oleh AI dari sumber yang dikutip di bawah ini.

Yemen

Gerakan Houthi Yaman telah merebut kendali atas seluruh garis pantai Laut Merah negara itu dan tiga pulau strategis dalam serangan cepat selama seminggu yang menewaskan ratusan orang, kata pejabat pemerintah. Kelompok yang didukung Iran itu merebut sisi Yaman dari Selat Bab al-Mandab, jalur air sempit yang berfungsi sebagai gerbang selatan antara Laut Merah dan Terusan Suez serta salah satu koridor pelayaran terpenting di dunia.

Serangan itu mencapai puncaknya pada hari Kamis ketika pasukan Houthi merebut kota pelabuhan Mokha, sebuah kemunduran besar bagi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi, sebelum menyelesaikan gerak maju mereka di sepanjang garis pantai pada hari Jumat. Houthi juga mengambil alih kendali atas pulau strategis Perim, yang terletak di mulut selat tersebut, memberikan kelompok itu apa yang digambarkan pejabat sebagai kendali tak tertandingi atas titik masuk dan keluar koridor tersebut. Kemajuan ini diperkirakan akan memperdalam dampak konflik Timur Tengah yang lebih luas terhadap perdagangan internasional, dan terjadi pada minggu yang sama ketika Arab Saudi menutup pipa minyak utama setelah serangan drone terpisah, semakin meningkatkan taruhan bagi rute pelayaran dan energi di kawasan tersebut.

Key facts

  • Houthi forces captured Yemen's entire Red Sea coastline in a week-long offensive that has killed hundreds
  • The group seized the port city of Mocha on Thursday, a major setback for the Saudi-backed Yemeni government
  • Houthis also took the strategic island of Perim, giving them control of the Bab al-Mandab Strait
  • The strait is a key gateway between the Red Sea and the Suez Canal for global shipping
  • The advance coincides with a separate drone attack that forced Saudi Arabia to shut down a major oil pipeline

Related articles

Houthi Attacks on Saudi Arabia Wound More Than 70 People

World ·

Houthi Attacks on Saudi Arabia Wound More Than 70 People

Yemen's Houthi movement launched a combined drone and ballistic missile attack on Saudi Aramco facilities, wounding more than 70 people and pushing global oil prices sharply higher as the strikes raised fears of wider disruption to Gulf energy supplies.

Saudi Arabia Shuts Critical Oil Pipeline After Drone Attack Launched From Iraq

World ·

Saudi Arabia Shuts Critical Oil Pipeline After Drone Attack Launched From Iraq

Saudi Arabia temporarily closed its 1,200-kilometer East-West oil pipeline after it was hit by several drones launched from southeastern Iraq, causing injuries and fires - Iraq's government condemned the attack and dismissed a military commander after confirming it originated on Iraqi soil.

BRICS Leaders Adopt New Delhi Declaration, Urge Restraint in Middle East

World ·

BRICS Leaders Adopt New Delhi Declaration, Urge Restraint in Middle East

BRICS nations unanimously adopted a joint declaration at their summit in New Delhi expressing deep concern over the war in the Middle East, urging maximum restraint and condemning sanctions not authorized by the UN, in a text that had to satisfy both member Iran and Washington-ally UAE.

Comments

Loading comments...

Houthi Rebut Seluruh Pesisir Laut Merah Yaman dalam Serangan Kilat